Bukankah
si Kancil adalah hewan, hewan yang mencuri sebagian kecil timun. Untuk mengisi
perutnya sendiri. Hanya ketika ia lapar dan butuh makanan?
Edukasi
dari cerita di atas
adalah, bagaimanapun dan sedikit pun
mencuri adalah perbuatan buruk. Dan tidak perlu dicontoh dan harus dihindari.
Karena
merugikan kepemilikan orang lain. Yang juga menimbulkan murka dan amarah.
Terlebih bila orang yang dicuri barangnya tipe orang pemarah ! Dan jika
ketahuan pasti akan mendapatkan hukuman.
Harapan
yang tersirat dari dongeng di atas
adalah, kelak jika anak-anak tumbuh dewasa. Menjadi manusia mulia dan menjauhi perbuatan tercela seperti mencuri.
Waktu pun mengubah zaman. Dan di era sekarang ini mendongeng sudah
jadi barang langka. Anak-anak sebelum tidur harus belajar. Para orang tua juga
terlalu lelah kerja berangkat pagi. Pulang sudah menjelang malam. Sehingga
penat dan letih mendera, yang ada keinginan mendongeng terbawa ke alam mimpi.
Alias tertidur bersama mereka.
Tidak
ada dongeng. Bisa jadi tidak ada juga pesan bijak yang dituturkan calon-calon
pengganti generasi. Sebelum mereka terlelap. Entah karena apa hal itu tidak berlaku lagi. Atau karena
memang anak-anak tidak tertarik lagi dengan cerita ayah bunda mereka. Atau
mungkin karena ayah bunda juga tidak mendongeng sewaktu anak-anak menjelang
tidur malam.
Atau
karena zaman dulu sang anak tidur satu kamar dengan orang tua mereka. Sementara
sekarang anak-anak memiliki kamar sendiri ? Sehingga kebiasaan temurun itupun
berangsur punah ditelan zaman. Dan terbiasa nyaman bermain game. Sebagai teman pengganti cerita sebelum tidur.
Sementara
sang Ayah, mendapati cerita yang lain. Di koran pagi, berita di TV maupun radio. Para pejabat
maupun politisi bahkan anggota dewan
yang terhormat melenggang terseret korupsi.
Padahal
dulu kita mendengar dongeng si Kancil memang mencuri. Tapi ia bukan manusia
tetapi hewan yang konon cerdik. Apakah perilaku hewan cerdik ini malah
menginspirasi mereka yang tega mencuri. Dengan nilai yang tidak
tanggung-tanggung itu ? Dongeng seakan menjelma pada ulah manusia terhormat,
berpendidikan yang berulah seperti si Kancil ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar